Hotline: (021) 5656013 - 0812 8777 9900
E-mail: sales@solarsuryaindonesia.com

Senin-Jumat: 10:00-17:00 Sabtu-Minggu/Libur: Offline


Find us:                                 

Tarif Listrik Naik Mulai 1 Juli 2014

27 June, 2014 • Posted by admin in News • • Comments Off  

Jakarta – Pemerintah memastikan menaikkan tarif listrik untuk 6 golongan termasuk industri non terbuka (I-3) dan golongan rumah tangga mulai 1 Juli 2014. Pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui rencana kenaikan tarif dasar listrik/TDL (industri dan rumah tangga) dipercepat dari rencana semula yaitu 1 Januari 2015. Jadwal kenaikan tarif direvisi menjadi 1 Juli 2014 dengan alasan kondisi APBN 2014 yang mengalami defisit besar.

“Kenaikan dimajukan menjadi 1 Juli 2014 secara bertahap tiap dua bulan sekali. Akhir November keenam golongan akan tidak dapat subsidi. Sesuai roadmap 1 Januari 2015 sampai triwulan keempat, karena kondisi fiskal kurang menggembirakan rencana 1 Januari, sudah dilakukan 1 Juli 2014,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) ESDM Jarman dalam acara Coffee Morning di Kantornya, Kuningan, Jumat (27/6/2014).
 
Jarman menegaskan, kenaikan tarif ini bukanlah bagian upaya PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pendapatan usaha. Namun untuk memberi ruang bagi PLN untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan, termasuk pemasangan listrik untuk pelanggan baru.
 
“Pendapatan usaha kita (PLN) nggak ada perubahan. Apa yang kita terima tetap sama. Cuma kan dari sisi pembayarannya saja, kalau yang semula harga listrik itu sebagian dibayar pelanggan sebagian dibayar pemerintah dalam bentuk. Subsidi, nantinya, akan sepenuhnya dibayar pelanggan. Jadi yang berubah hanya komposisi pembayarannya saja,” tegasnya.
 
Jarman mengungkapkan kenaikan tarif listrik tersebut sudah disepakati pemerintah bersama DPR-RI yang tertuang dalam APBN Perubahan 2014 (APBN-P 2014). Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) setidaknya ada 6 golongan pelanggan yang terkena dampak pencabutan subsidi ini, antara lain:
 

  • Golongan industri I-3, naik jadi Rp 964/kwh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.075/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
  • Golongan rumah tangga R-2 TR 3.500 Va hingga 5.500 Va, naik jadi Rp 1.210 per kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.279/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
  • Golongan P2 >200 kVa, naik jadi Rp 1.081/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.139/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
  • Golongan R-1 TR 2.200 Va naik jadi Rp 1.109/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.224/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.353/kWh.
  • Golongan P-3 naik jadi Rp 1.104/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.221/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
  • Golongan R-1 1.300 Va naik jadi Rp 1.090/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.214/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh

 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan tarif resmi (formal) kenaikan tarif listrik akan tercantum dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan terbit dalam waktu dekat sebelum 1 Juli 2014.
 
“Kan sudah diatur di APBN-P 2014, nggak bisa mundur lagi, jadi saat ini tinggal tunggu revisi Peraturan Menteri ESDM nomor 4 Tahun 2014 yang akan keluar sebelum 1 Juli 2014,” kata Jarman di kantorny, Kuningan, Jakarta.
 
 
Sumber: detik.com

 
Head Office: Komp Ruko Green ville Blok A No.1-2
Jl. Tanjung Duren Barat I, Kepa Duri - Jakarta Barat 11510.
© SolarSuryaIndonesia 2012-2015, All rights reserved.