Hotline: (021) 5656013 - 0812 8777 9900
E-mail: sales@solarsuryaindonesia.com

Senin-Jumat: 10:00-17:00 Sabtu-Minggu/Libur: Offline


Find us:                                 

Memanen Energi Matahari

7 April, 2012 • Posted by admin in News • • Comments Off  
Matahari

Matahari

KBR68H – Menggunakan energi matahari dan mendapatkan uang. Itulah saat ini yang sedang dialami oleh masyarakat di banyak negara di dunia Di Inggris, pemerintah negara itu mensubsidi rutin masyarakat yang memasang panel surya di rumah mereka. Jumlah subsidi bisa mencapai Rp 16 juta per tahun.

Di Australia sampai Juni 2009 pemerintah mensubdisi hingga Rp 75 juta bagi warga yang memasang panel surya di rumah. Sedangkan untuk pemasangan di sekolah pemerintah menyediakan dana hibah lebih dari Rp 450 juta per sekolah. Pola subsidi ini kemudian diubah oleh pemerintah Australia. Dengan pola subsidi baru pemerintah membayar listrik tenaga surya yang dihasilkan oleh rumah tangga. Jadi masyarakat tak perlu bayar tagihan listrik, pemerintah yang justru membayar warganya. Pola subsidi seperti Australia ini juga digunakan beberapa negara lain seperti Jerman.

Subsidi beberapa negara terhadap penggunaan tenaga matahari didorong kesadaran manusia tak bisa selamanya bergantung pada energi fosil seperti minyak bumi atau batu bara. Selain jumlahnya terbatas, harga minyak bumi tak menentu dan bisa melonjak tinggi sewaktu-waktu. Energi terbarukan, seperti energi matahari kemudian dilirik menjadi alternatif.

Karena nilai investasi awal untuk mendapatkan energi surya masih tergolong mahal, penelitian dan pengembangan terus dilakukan agar penggunaannya menjadi murah dan efisien. Baru-baru ini umpamanya, di Amerika ditemukan cat yang bisa berfungsi sebagai panel surya dan menyalurkan listrik bagi rumah.

Bagaimana dengan Indonesia?

Meski berlimpah dengan sinar matahari, Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil. Pemerintah memang beberapa kali menyatakan keinginan untuk menggalakkan energi terbarukan. Tapi sayang tanpa perencanaan dan implementasi yang bagus. Tak pernah terdengar pemerintah memiliki rencana memberi subsidi untuk penggunaan energi alternatif. Padahal tanpa insentif susah untuk menarik minat masyarakat agar tertarik menggunakan energi terbarukan.

Saat ini pemasangan panel surya untuk kebutuhan listrik rumah tangga selama 24 jam dibutuhkan biaya sampai Rp 200 juta. Jumlah itu akan berlipat bila panel surya digunakan untuk keperluan industri atau pusat perbelanjaan. Semua kebijakan pemerintah soal energi terlihat sangat reaktif, tanpa cetak biru yang bisa jadi pegangan. Termasuk ketika memutuskan penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan pribadi dan umum.

Sesungguhnya tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Tapi pemerintah perlu membuat perencanaan matang soal pemanfaatan energi terbarukan. Dengan penggunaan energi terbarukan yang merata di masyarakat, maka penggunaan energi fosil akan semakin berkurang. Artinya, dalam jangka panjang beban subsidi juga akan berkurang dan pemerintah tak terlalu dipusingkan bila harga minyak dunia melonjak.

Sumber:
http://www.kbr68h.com/berita/nasional/18643-memanen-energi-matahari-

 

 
Head Office: Komp Ruko Green ville Blok A No.1-2
Jl. Tanjung Duren Barat I, Kepa Duri - Jakarta Barat 11510.
© SolarSuryaIndonesia 2012-2015, All rights reserved.